Setelah belajar mengenai mudahnya membuat website dalam artikel saya sebelumnya disini dan mengetahui manfaat toko online untuk usaha/ bisnis kita di artikel yang ini, maka kali ini saya mau membahas mengenai peran website dalam bisnis online.

Apa bedanya website dengan toko online?

Banyak yang mengira bahwa website itu berbeda dengan toko online. Padahal Toko Online dibuat dengan menggunakan platform dasar website. Yang membedakan adalah, Toko Online berisikan fitur yang lebih detail untuk jual-beli produk-produk atau jasa kita. Contohnya seperti fitur keranjang belanja serta checkout untuk pilihan pembayaran.

Sementara website biasa memiliki fitur yang lebih umum sebagai sarana informasi berupa kata-kata dalam artikel yang menceritakan bisnis atau usaha kita. Website juga bisa berisikan kumpulan project yang sudah pernah kita kerjakan sehingga membentuk company profile atau portofolio usaha.

Apapun bentuk website, fungsinya tetap sama. Yaitu sebagai sarana informasi online bagi segala sesuatu yang bersifat offline.

Sekarang di era digital ini, tren menggunakan internet sebagai salah satu channel promosi atau marketing sudah sangat meluas. Semua orang yang memiliki usaha maupun bisnis konvensional mulai merambah dunia online. Belum lagi bermunculan bisnis online yang sebelumnya dilirik sebelah mata karena dianggap tidak menjanjikan dan memiliki nilai ekonomi yang tidak signifikan.

Karena itu, website semakin dibutuhkan sebagai salah satu fungsi promosi dan etalase usaha di dunia digital.

Lalu apa peran website hanya sebagai sarana pemberi informasi bahwa ada bisnis ANU yang berlokasi di ANU dan bisa melayani konsumen di seluruh wilayah negeri?

Jawab saya : Tentu TIDAK !

Sebelum saya berikan alasan kenapa saya memberikan jawaban tersebut, ada baiknya kita mengetahui bahwa BISNIS ONLINE sendiri ada dua macam:

  • PERTAMA, bisnis yang memiliki produk fisik atau jasa yang bisa dirasakan dan umum ditemui sebagai bisnis konvensional (offline). Contohnya seperti beragam produk yang dijual di pasar, atau jasa konvensional seperti pertukangan, kontraktor, dokter, dan masih banyak lagi.

  • KEDUA, bisnis yang tidak memiliki produk fisik. Seperti misalnya jasa SEO, jasa pembuatan website, jual-beli e-book, produk digital software atau aplikasi, affiliate marketer, freelancer design atau system engineer, dan lainnya.

Kedua bentuk bisnis online ini memerlukan website sebagai etalase "toko" atau "kantor" dari bisnisnya.

Pertanyaan berikutnya yang sering muncul adalah bagaimana dengan sosial media yang menjadi tempat "jualan" dan "promosi" produk/ jasa kita? Bukannya selama ini terlihat ramai jual-beli di sosial media? Apa tidak cukup menggunakan sosial media sebagai etalase bisnis online kita?

Nah, untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, secara garis besar peran website bagi bisnis online dapat dijelaskan seperti berikut :


1. Website Berperan Sebagai Etalase Online Tempat Berjualan/ Promosi Bisnis.

Artinya, website berfungsi sebagai kaplingan toko atau kantor dalam pasar online. Di dalamnya, kita bebas berpromosi untuk menarik pengunjung supaya membeli produk dan jasa kita, maupun sekedar mampir ke etalase bisnis kita untuk mengetahui apa produk yang ditawarkan.

Dan apa pun jenis bisnis yang kita lakukan, sebuah website adalah tempat yang tepat untuk memperlihatkan produk/jasa kita.

Dengan membuat website menjadi katalog produk/ jasa maupun portfolio, kita dapat memperlihatkan apa yang unik dari bisnis kita. Disertai promosi online yang gencar, bukan tidak mungkin jika tingkat konversi dari pengunjung website yang sekedar mampir menjadi pembeli produk/jasa kita akan meningkat.

Ilustrasi website sebagai etalase bisnis



2. Website Menambah Kredibilitas Bisnis Kita.

Di dunia online dimana interaksi jual-beli terjadi tanpa bertatap muka, seringkali timbul kekhawatiran konsumen terhadap kejujuran dan kualitas produk/ jasa dari si pemilik bisnis online. Dengan memiliki website tingkat kepercayaan akan lebih besar pada bisnis kita.

Cara untuk menambah tingkat profesionalisme dan kredibilitas website adalah dengan menggunakan domain berbayar. Domain adalah nama dari website kita fungsinya seperti plang nama toko atau alamat kantor.

Domain gratisan memang bisa digunakan sebagai sarana promosi, tetapi jika dijadikan sebagai website utama, akan mempengaruhi kepercayaan konsumen. Untuk website utama lebih baik menggunakan domain .com .net .id .org atau domain berbayar lainnya.

Secara psikologis, konsumen akan lebih percaya pada nama website yang mudah diingat, mencerminkan jenis atau nama usaha, serta tidak menggunakan tambahan subdomain (seperti yang terjadi jika menggunakan platform website gratis).

Fitur website berbayar pun jauh lebih banyak sehingga kita bisa lebih maksimal dalam memberikan pelayanan bisnis ke konsumen.

Harga domain tidak mahal, bisa mulai dari seratus ribuan saja. Sebelum memutuskan membeli domain, kita bisa memeriksa terlebih dahulu apakah domain yang kita inginkan masih tersedia dan berapa harganya. Untuk cek dan beli domain sudah tersedia fiturnya di banyak website penyedia domain dan hosting, seperti juga tersedia di website Qwords ini.

Selain domain, kita juga harus memiliki hosting sebagai kapling untuk menempatkan toko atau etalase bisnis kita. Disarankan untuk memilih Hosting Indonesia daripada menggunakan hosting dari luar negeri. Karena selain lebih murah, server Hosting Indonesia memiliki tingkat kecepatan yang cukup baik dan yang terpenting komunikasi dengan penyedia hosting lebih mudah seandainya ada kendala dalam tata kelolanya. Salah satunya bisa dengan cek ke website Qwords untuk mengetahui paket hosting yang tersedia.


Analogi hubungan antara website, hosting, domain dan internet

3. Menghemat Biaya Operasional

Membuat website biayanya lebih murah daripada membuat toko atau kantor konvensional. Mulai harga sejutaan sampai dengan tak terhingga sesuai dengan keragaman dan kompleksitas fitur website yang dipakai.

Tidak perlu memikirkan biaya listrik dan air bulanan maupun sewa gedung. Bahkan jika website kita kelola sendiri, kita bisa memangkas biaya pegawai.


4. Tidak Ada Batasan Waktu dan Ruang

Setiap saat pengunjung dunia internet dapat mengakses website kita. Coba saja bayangkan jika website kita juga berfungsi sebagai katalog atau brosur online. Daripada susah payah menyebarkan brosur di rumah-rumah atau di jalan-jalan, lebih baik memiliki website yang bisa diakses 24 jam kan?
Bebas biaya print dan bisa setiap saat update dengan informasi layanan terkini dari bisnis kita.

Konsumen dari semua daerah baik itu yang bertempat tinggal di belakang rumah kita maupun di seberang pulau pun bisa kita jangkau. Menariknya, semua produk dan jasa bisa kita online-kan loh. Lihat saja jika saat sedang surfing di sebuah website, atau media sosial tiba-tiba ada iklan jual property atau mobil dari kota di seberang pulau yang muncul. Contoh lainnya adalah seorang kontraktor bangunan yang menerima order proyek dari seluruh Indonesia melalui website yang dia buat.

Karena saat ini hampir semua masyarakat Indonesia melek internet dan memiliki ponsel yang mudah mengakses internet, maka website menjadi sangat penting perannya dalam menginformasikan bisnis kita secara online.

5. Website vs Media Sosial

Nah, sekarang untuk pertanyaan kenapa harus memiliki website dan tidak cukup hanya menggunakan media sosial. Jawaban dari pertanyaan ini lebih kepada fungsi dan fitur dari masing-masing platfrom itu


  • PERTAMA, Umur website lebih panjang dari media sosial. Jika kita ingat, ada berapa media sosial yang perlahan-lahan menghilang, bahkan harus ditutup karena perubahan jaman dan tren? Mulai dari Multiply, Friendster, Path, Google Plus. Bahkan tren juga mempengaruhi performa media sosial dalam "menjajakan" bisnis online kita. Seperti facebook yang dulu sempat menjadi media sosial paling ramai dan berpotensi besar untuk menawarkan produk/jasa, sementara saat ini Instagram menjadi platform andalan banyak bisnis online untuk menjangkau pelanggannya secara personal.

    Bagaimana dengan website? Selama kita tetap membayar biaya domain dan hosting dan gencar berpromosi online, website kita akan tetap aktif.

  • KEDUA, dengan website kita bebas berkreasi terhadap tema, tampilan, fitur apa yang akan kita tampilkan. sehingga kita memiliki kontrol penuh terhadap isi konten kita. Kita juga bisa menerakan SEO terhadap website supaya gampang dicari di mesn pencari.

  • KETIGA, media sosial berfungsi sebagai jalur distribusi informasi. Sedangkan informasi utamanya ada di website. Media sosial diperlukan untuk memberikan sentuhan "manusia" kepada bisnis online kita. Tetapi website menjadi etalase utama bisnis online kita.


Setelah mengetahui peran penting website terhadap bisnis online, maka Anda sudah tidak ragu lagi kan untuk mulai merancang membuat website untuk bisnis Anda?

Jangan kuatir mengenai biaya pembuatan dan sewa bulanan/ tahunan. Karena sekarang di setiap penyedia layanan pembuatan website, domain dan hosting terdapat range biaya yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan website seperti apa yang kita inginkan.



















Bertemu lagi dengan Nyonya Guslie. Kali ini saya mau membahas tentang Zakat.
Kalau saat Ramadhan kemarin yang pernah ditulis adalah mengenai zakat dan infaq yang berhubungan dengan bulan Ramadhan, yaitu zakat fitrah dan beberapa jenis infaq yang bisa dilakukan di bulan Ramadhan (link tulisan bisa dibaca disini).

Namun kali ini, kita bahas mengenai distribusi atau pemanfaatan zakat yang lebih luas yuk.

Sebenarnya apa saja sih, jenis zakat yang ada ? Pada dasarnya secara umum zakat terbagi menjadi dua jenis, yakni zakat fitrah dan zakat maal.
Penjelasannya bisa dilihat di laman Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) di https://baznas.go.id/zakat.

Zakat Fitrah
adalah zakat yang wajib dikeluarkan setiap bulan Ramadhan menjelang sebelum pelaksanaan Sholat Idul Fitri, sementara zakat maal kata kuncinya adalah "harta". Artinya segala bentuk harta yang sudah mencapai kadar tertentu yang wajib dikeluarkan sebagai bentuk sedekah wajib dan akan disalurkan oleh pengelola/pengumpul zakat yang disebut amil zakat.

Untuk lebih memudahkan, kita bisa melihat referensi gambar dari laman sosial media instagram @literasizakatwakaf ini, supaya bisa memahami zakat apa saja yang ada dan harus dibayarkan :



CARA MENGETAHUI PENYALURAN DANA ZAKAT

Saat menyerahkan zakat melalui badan amil zakat negara maupun melalui lembaga amil zakat yang dikelola oleh swasta, pernahkah terbersit pertanyaan "Zakat yang sudah dikumpulkan oleh para badan amil zakat tersebut disalurkan untuk apa dan kemana?"
Pernah gak sih, penasaran, "Zakat dari saya sudah tepat sasaran belum ya pemanfaatannya?"

Sebenarnya ada beberapa cara untuk mengetahui kemana dan untuk apa zakat yang dikumpulkan dari masyarakat tersebut digunakan.
  • yang PERTAMA, cek laporan kegiatan dan pendistribusian zakat di website atau sosial media atau buletin bulanan dari amil zakat tempat kita berzakat. Setiap amil zakat pasti memiliki salah satu media sebagai tempat untuk pelaporan kegiatannya.
  • yang KEDUA, bisa menanyakan langsung kepada amil zakat yang bersangkutan, terutama bila mengumpulkan zakat di masjid yang laporannya biasanya disampaikan secara lisan saat pelaksanaan ibadah sholat Jumat.

PROGRAM PENYALURAN DANA ZAKAT

Karena zakat harus ditujukan untuk kesejahteraan umat dan mengentaskan kemiskinan, maka dana zakat dapat digunakan untuk pemberdayaan sosial, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.
Seperti terlihat dari program lembaga Baznas yang tercantum di website resminya, ataupun bisa dilihat di masing-masing cabang tiap daerah.

Contohnya saja lembaga baznas di propinsi Bali, tempat saya tinggal yang memiliki program :
  1. Bantuan bagi para mustahik (penerima zakat) berupa modal usaha maupun bantuan konsumtif bagi yang tidak mungkin lagi untuk melakukan kegiatan usaha.

  2. Bantuan kesehatan bagi kaum duafa dan mustahik misal biaya pengobatan, khitanan massal, biaya operasi, dan lainnya.

  3. Bantuan di jalur dakwah, seperti guru ngaji di daerah terpencil/ pedesaan yang aktif memberikan pendidikan agama kepada penduduk sekitarnya.

  4. Bantuan beasiswa pendidikan bagi siswa berprestasi yang berasal dari keluarga mustahik.

  5. Bantuan lain yang bersifat insidentil, misal untuk korban bencana alam, mustahik yang tertimpa musibah (kebakaran, atau terlilit hutang), santunan kematian dan lainnya.

contoh program penyaluran dana zakat


Program penyaluran dana zakat ini bisa sama di setiap daerah, baik dari lembaga amil zakat oleh pemerintah maupun yang dikelola non-pemerintah.

Subhanallah, betapa indahnya ya jika kita bisa membantu saudara kita lainnya. Saudara seagama, maupun saudara sebangsa senegara.
Apalagi nilai zakat 2.5% inshaAllah tidaklah memberatkan karena nominalnya yang jauh lebih sedikit daripada nominal gaji yang kita terima maupun aset/ harta yang kita miliki.

Lalu bagaimana mengetahui bahwa penerima zakat adalah seorang yang memenuhi syarat untuk dikategorikan sebagai mustahik ? Bisa melalui dua cara :
  • PERTAMA, Lembaga amil zakat akan melakukan penelusuran untuk mendata dan mensurvey masyarakat sekitar yang termasuk golongan mustahik.
  • KEDUA, masyarakat bisa memberikan informasi kepada lembaga amil zakat terdeka, untuk kemudian diseleksi oleh badan atau lembaga tersebut.

Jadi selain bisa mendaftar menjadi muzakki (yang membayar zakat), kita pun bisa mendaftarkan mustahik yang kita kenal kepada lembaga amil zakat terdekat. Untuk nantinya diseleksi oleh lembaga amil zakat tersebut, apakah yang bersangkutan bisa masuk kedalam kategori mustahik yang berhak mendapatkan penyaluran dana zakat atau tidak.
Informasi lebih lengkap mengenai syarat mendaftarkan mustahik ini, bisa kita dapatkan di lembaga amil zakat terdekat dengan tempat tinggal kita.

CONTOH PENYALURAN DANA ZAKAT

Sekarang saya akan berikan beberapa contoh penyaluran dana zakat yang saya ambil dari beberapa laman sosial media dan website lembaga baznas di beberapa kota. Semoga bisa menjadi inspirasi untuk kita semua supaya semakin giat membayar zakat ya.

CERITA 1

Lembaga amil zakat memberikan fasilitas khitan massal gratis untuk anak-anak dari kaum dhuafa di Kota Banyuwangi, Jawa Timur seperti yang terlihat di laman media sosial nya :


CERITA 2

Baznas Kota Denpasar berikan bantuan modal usaha jamu kepada Ibu Rutin Triwahyuni seorang Single Parent yang setelah ditinggal mati oleh suaminya beberapa tahun lalu, kini berjuang seorang diri menyambung hidup bersama anak-anaknya


CERITA 3

Baznas kota Banjarmasin salurkan bantuan untuk 34 Kepala Keluarga (KK) korban kebakaran di Jl. Alalak Selatan RT 5.


Dan masih banyak contoh lain penyaluran zakat yang bisa dilihat di masing-masing laman website dan media sosial di atas.
Jadi, jangan takut untuk membayar zakat ya. Selalu cari lembaga amil zakat terpercaya yang sudah memiliki izin maupun terdaftar di Kementerian Agama. Kenapa? Supaya dana zakat bisa tersalurkan dengan tepat kepada para mustahik yang memang benar-benar membutuhkan.

Dari sisi badan atau lembaga amil zakat sendiri, sosialisasi mengenai keberadaan lembaga amil zakat perlu lebih sering dilakukan. Disertai dengan sosialisasi pendistribusian dana zakat kepada mustahik, maupun cara mendaftarkan data mustahik dari masyarakat.

Karena tanpa sosialisasi, masyarakat bisa jadi tidak mengetahui pentingnya kewajiban dan manfaat zakat.


Sosialisasi mengenai keberadaan lembaga amil zakat perlu lebih sering dilakukan. Disertai dengan sosialisasi pendistribusian dana zakat kepada mustahik, maupun cara mendaftarkan data mustahik dari masyarakat.


Nah, untuk yang ingin belajar lebih dalam lagi mengenai peraturan zakat dan segala sesuatu tentang dunia Islam, Kementrian Agama sudah menyiapkan satu website khusus untuk itu, langsung saja masuk ke link https://bimasislam.kemenag.go.id/

Tulisan ini juga ditujukan untuk ikut serta dalam progam literasi zakat dan wakaf yang diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI demi meningkatkan literasi masyarakat mengenai zakat dan wakaf. Untuk lebih jelasnya, simak saja website https://literasizakatwakaf.com untuk melihat rangkaian dari program ini.

Yuk coba kita bayangkan saja, Indonesia sebagai negara dengan mayoritas muslim terbesar di dunia. Jika 50% nya saja dari muslim Indonesia membayar zakat, inshaAllah zakat tersebut bisa digunakan untuk membantu perekonomian 50% masyarakat lainnya, loh.




 
CATATAN KAKI :

Amil zakat adalah orang atau lembaga yang bertugas menerima dan mengumpulkan zakat, untuk kemudian mendistribusikannya kepada para mustahik.

Muzakki adalah orang yang dikenai kewajiban membayar zakat atas kepemilikan harta yang telah mencapai nishab dan haul.

Mustahik adalah orang-orang yang berhak menerima zakat.












Di tengah-tengah fenomena menjamurnya usaha online, perlukah kita juga memiliki toko online untuk tempat usaha kita?

Kalau saya menjawabnya : PERLU BANGET!

Kenapa ? Selain meraih kepercayaan konsumen dengan memiliki tempat fisik bagi usaha kita (ruko, kantor, rumah, dll), toko online bisa membuat kita lebih gampang dalam memasarkan produk/ jasa di dunia online.

Sementara dunia offline memiliki keterbatasan ruang dan waktu, maka tidak demikian dengan dunia online.

Coba saja cek keuntungan memiliki toko online vs toko offline (fisik) seperti dijabarkan berikut ini :


  1. Jika toko offline memiliki harga sewa atau beli yang mahal dan ditentukan oleh lokasi yang strategis untuk mendatangkan cuan, maka toko online bisa dibuka dimana saja dan dengan harga relatif terjangkau. Malah di beberapa marketplace, membuka toko online untuk produk/ jasa kita bisa tanpa biaya loh.

  2. Untuk toko offline, jarang yang memiliki jam buka 24 jam. Jika toko tutup, maka kita harus menunggu sampai keesokan harinya untuk datang kembali. Sementara toko online bisa diakses kapanpun, dimanapun. Jika penjaga toko (baca : admin/cs toko online) tidak menjawab karena sudah malam pun, kita masih bisa melihat dan memilih produk yang kita inginkan di toko tersebut.

  3. Jika toko offline bisa membantu pemasaran secara offline dan meraih kepercayaan konsumen baru, maka toko online bisa membantu kita untuk memasarkan produk secara online, dengan sistem pemasaran digital (digital marketing).

  4. Tahukah kalian, banyak ragam platform toko online loh, toko online bisa berupa : Website, Landing page, Sosial Media untuk bisnis, maupun toko online di dalam marketplace. Pilih salah satu platfrom yang paling mewakili usahamu dan dukung dengan promosi digital atau SEO (Search Engine Optimisation) untuk membuat Toko Online-mu dikenal di dunia online.

  5. Bagi yang tempat usaha fisik (offline) nya berada di rumah dan belum memiliki toko fisik, toko online bisa membantu memperkuat kepercayaan konsumen juga.

  6. Mempermudah interaksi dengan konsumen tanpa harus bertatap muka yang pastinya akan lebih menyita waktu dan tenaga. Hanya berbekal internet dan HP atau komputer, proses jual beli pun bisa dilakukan dimanapun kapanpun.

  7. Toko offline hanya menarik pengunjung lokal yang bertempat tinggal di sekitar lokasi toko. dan jumlahnya pun akan lebih terbatas dibandingkan dengan toko online yang bisa menjangkau pembeli di manapun, sepanjang masih ada sinyal internet.

Terus, apa saja usaha yang perlu punya toko online? SEMUA USAHA bisa dibuatkan toko online. Jual sayuran? Coba cari di search engine, ada kok penjual sayuran online. Jual jasa pembuatan taman? Banyak website jasa taman terpercaya di internet.

Jadi, masih ragu untuk membuat toko online?










Pada artikel-artikel mengenai kewirausahaan sebelumnya, saya selalu menekankan pentingnya Pengalaman Kerja (di artikel mengenai pegawai kantoran vs wirausaha) maupun Pengetahuan Kewirausahaan (di artikel mengenai Inkubator Bisnis) yang artinya, keduanya adalah komponen penting bagi yang ingin terjun ke dunia kewirausahaan.

Hubungan antara pengetahuan kewirausahaan dan praktek atau pengalaman kewirausahaan akan terjadi pada saat penerapan dalam kegiatan kewirausahaan itu sendiri. Supaya lebh jelas, silahkan lanjut membaca poin-poin berikut ini ya :

1. PENGETAHUAN KEWIRAUSAHAAN

Seorang wirausaha pemula, harus memiliki PENGETAHUAN mengenai bidang kewirausahaan sebagai bekal untuk menjalankan usahanya.

A. Apa saja pengetahuan yang diperlukan ?

  • Pengetahuan mengenai jenis usaha yang akan dilakukan. Jika ingin memulai usaha laundry, maka lakukan riset mengenai jenis mesin cuci yang standar untuk usaha ini. Atau dimana bisa membeli sabun dan pewangi laundry dengan harga grosir.
  • Pengetahuan mengenai manajemen usaha. Seorang wirausahawan, harus bisa mengatur hal-hal yang berkaitan dengan alur produksi, alur kas, dan peraturan karyawan.
  • Pengetahuan mengenai promosi atau marketing usahanya, supaya produk/ jasa nya laku terjual.

Nah, apa pengetahuan ini WAJIB dimiliki SEBELUM memulai usaha? Jawabnya IYA.

Tidak perlu harus menguasai 100% seluk beluk mengenai usaha yang akan dibuat, karena jika menunggu sampai menjadi ahli nanti malah tidak akan mulai-mulai.
Tapi setidaknya seorang pengusaha pemula harus mengetahui prinsip dasar yang diperlukan dari jenis usaha yang akan dibuatnya.


Tidak perlu harus menguasai 100% seluk beluk mengenai usaha yang akan dibuat, karena jika menunggu sampai menjadi ahli nanti malah tidak akan mulai-mulai.


Fungsinya JELAS supaya pada saat memulai usaha, si pengusaha pemula tahu apa yang harus dipersiapkan dan tahu harus melakukan marketing seperti apa supaya produk/jasa nya laku.

Tentunya kita tidak mau kan kalau hanya sekedar membuka toko atau melakukan produksi barang tetapi setelah itu sepi pembeli dan akhirnya merugi.


 

B. Menambah Pengetahuan Kewirausahaan juga harus tetap dilakukan setelah usaha kita mulai. 

Hal ini diperlukan untuk menghadapi persoalan yang terjadi selama aktivitas usaha seperti :
  • Persaingan atau kompetisi dengan usaha lain, perlu adanya pengetahuan mengenai iovasi dan kreatifitas dalam pengolahan produk/jasa.
  • Marketing dan perluasan cara promosi. Demi menambah omzet, seorang pengusaha wajib menguasai cara promosi produk/ jasanya yang efektif.
  • Mengatasi kendala internal seperti alur kas yang efektif, masalah ketenagakerjaan, dll.

Seorang pengusaha harus tetap belajar demi menambah kreativitas dan inovasi serta mampu menghadapi berbagai hal yang timbul selama usahanya berjalan dan berkembang.

2. PENGALAMAN KEWIRAUSAHAAN

Beberapa wirausahawan memulai usahanya dengan berangkat dari pengetahuan selama menjadi kayawan orang lain di usaha yang sama. Karena beranggapan pengalaman menjadi guru yang berharga dalam menjalankan usahanya.

Pengalaman yang dapat membuat wirausahawan mempunyai pengetahuan secara otodidak juga tidak boleh disepelekan. Meskipun pengalaman yang didapat tidak berasal dari usaha yang sejenis. Karena pondasi kewirausahaan pada dasarnya adalah sama, maka pengalaman itu akan membantu dari sisi lain di dalam dunia usahanya.


 
Pernah dengar cerita seorang mantan Manajer Housekeeping sebuah hotel membuka usaha laundry? Atau seorang sekretaris Departemen Engineering sebuah property membuka usaha supplier alat-alat engineering dan jasa pertukangan?
Bagaimana dengan cerita seorang pegawai bank yang resign karena lebih memilih untuk membesarkan usaha souvenir dan merchandise miliknya?

Contoh di atas adalah beberapa pengalaman yang didapat dari tempat kerja yang bisa digunakan sebagai pondasi dalam merintis usaha sendiri. Pengalaman menjadi pegawai ataupun leader di kantor bisa menambah kepercayaan diri saat memulai usaha baru.

Lalu bagaimana dengan yang belum memiliki pengalaman sama sekali? Banyak yang berkata "Lulus sekolah saya ingin memulai usaha sendiri"

 

Apa yang seharusnya dilakukan ?

  • Pengalaman kewirausahaan itu PENTING. Tetapi BUKAN menjadi KEWAJIBAN MUTLAK yang harus dimiliki. Seorang yang belum memiliki pengalaman berwirausaha, boleh-boleh saja memulai usaha asalkan melakukan riset terlebih dahulu demi mendapatkan pengetahuan dasar yang sesuai dengan jenis usaha yang akan dimulainya.
  • Pengalaman kewirausahaan bisa didapatkan selama menjalankan usaha. Seorang yang belum memiliki pengalaman harus berusaha lebih keras dalam belajar dan emngambil hikmah dari setiap kejadian selama praktek usahanya berjalan.
  • Praktek kewirausahaan akan semakin stabil seiring dengan bertambahnya pengalaman dan pengetahuan kewirausahaan selama menjalankan usahanya.


Jadi, sudah jelas ya seperti apa hubungan antara pengalaman kewirausahaan dengan pengetahuan kewirausahaan.
Jika ada yang bertanya lagi "Mana yang lebih penting?",
Maka bisa dijawab : KEDUANYA SAMA-SAMA PENTING.

Dan jika ada yang bertanya "Mana yang harus kita miliki terlebih dahulu?",
Maka bisa yang mana saja. Asalkan harus dipastikan pada saat usaha sudah mulai berdiri, keduanya harus saling melengkapi seiring dengan berkembangnya usaha.

Jangan takut berwirausaha ya. Salam wirausaha!








Tahukah Anda, bahwa perusahaan Raksasa Google sudah merambah dunia UKM juga? Terutama di negara-negara berkembang yang menjadi sasaran produknya.
Beberapa produk Google dikembangkan untuk membantu bisnis kecil dan UKM untuk lebih siap digital lagi di jaman serba digital saat ini.

Selain itu, Google juga membentuk suatu program melek digital bernama Gapura Digital dan satu lagi yang menyasar khusus kaum wanita yang memiliki usaha sendiri bernama WomenWill agar pelaku usaha bisa lebih melek digital.

Nah, untuk para wirausahawan dan usahawati yang masih belum ngeh kalau produk Google bisa kita gunakan untuk meningkatkan usaha kita, yuuk simak penjelasannya di bawah ini ya :

1. Gmail

Saat ini semua orang memiliki smartphone. Dengan mengabaikan para orangtua atau penduduk usia lanjut di pedesaan yang memang tidak terbiasa menggunakan internet sehingga mereka tentu saja tidak memiliki smartphone.
Maka bisa dipastikan hampir semua orang memiliki smartphone yang bisa mengakses internet.

Android sebagai platform OS smartphone terbesar didunia menggunakan Gmail sebagai syarat untuk mengoperasikan smartphone berbasis android ini. Maka bisa dipastikan banyak pengguna Gmail di dunia. Adalah pilihan yang tepat untuk memakai Gmail sebagai email bisnis/ usaha kita.

Mulai menggunakan email dalam usaha kita, memiliki keuntungan antara lain :
  • Berkirim surat kepada konsumen, calon konsumen, maupun supplier produk kita dengan murah, cepat, dan efektif.
  • Mengirim dokumen berbentuk soft file (contoh: gambar, proposal bisnis, surat penawaran, dll) dengan cepat.
  • Media promosi dengan mengirimkan email marketing yang terjadwal (fitur penjadwalan email ini sudah ada di gmail).
  • Terlihat profesional. Gunakan namabisnis@gmail.com dalam pengaturan email Anda.


2. GMB (Google My Business)

Setelah mempunyai email di Gmail, selanjutnya bisa mencicipi fitur Google Bisnisku (GMB) ini untuk membuat bisnis/ usaha kita terdaftar di google map dan listing lokal di google search.

Membuatnya tidak sulit, tinggal daftar menggunakan alamat email google (Gmail) dan ikuti panduan yang ada. Keuntungan GMB ini adalah :
  • Usaha kita akan muncul di Google Map, sehingga ketika orang mencari suatu jenis usaha/jasa, kemungkinan usaha kita akan ditampilkan di Map dan listing usaha lokal di hasil pencarian google search. Kemungkinan usaha kita ditemukan oleh calon konsumen akan semakin besar
  • Fitur ini gratis, jadi manfaatkan untuk menambah eksistensi usaha.
  • Menimbulkan kepercayaan calon konsumen, melalui posting foto tempat usaha dan produk bisnis. Serta melalui ulasan/ review dari pelanggan yang sudah pernah memakai jasa/ produk usaha kita.
  • GMB yang terbaru memiliki fitur posting promosi, atau event, atau sekedar perkenalan produk/jasa baru dari usaha kita. Ini akan membantu calon pelanggan mengetahui update dari bisnis kita.
  • Memiliki fitur website gratis, yang bisa kita gunakan untuk membuat usaha kita tampak profesional.
  • Meskipun penggunaan hastag belum memberikan kontribusi secara nyata untuk setiap postingan di GMB ini, tetapi sering update post mingguan secara rutin bisa membuat usaha kita tampil lebih terpercaya karena terlihat adanya aktivitas terkini.

Pelajari lebih lanjut di link ini ya.



3. Blogger

Sejak dulu, blogger merupakan platform google yang dimanfaatkan untuk membuat tulisan mengenai apapun oleh para penyuka dunia tulis-menulis.
Tetapi blogger juga bisa dimanfaatkan untuk membuat website bisnis secara gratisan.

Banyak template tema bisnis yang bisa dipakai untuk mempromosikan usaha kita melalui website blogspot ini. Dan tidak perlu skill khusus untuk membuat website di platform google yang satu ini loh.

Mau langsung coba? Silahkan menuju web blogger disini.


4. Google analytic & Google search console

Kedua produk Google ini digunakan untuk melihat performa website kita. Dari sini kita bisa mengetahui apakah website kita banyak dicari orang, atau sepi dari kunjungan.

Semakin banyak orang mengunjungi website kita, semakin besar peluang usaha kita dikenali dan akan mempertinggi kemungkinan penjualan produk/jasa kita.

Coba pelajari lebih lanjut di link ini untuk goodle analytics dan di sini untuk google search console.



5. Google Trends

Gunakan google trends untuk mengetahui pangsa pasar produk/ jasa kita. Atau mengetahui trend seperti apa yang berpengaruh terhadap keputusan kreasi produk/ jasa usaha kita.
Langsung masuk ke link ini untuk mencoba Google Trends. 



6. Youtube

Menggunakan promosi berupa video akan menarik minat konsumen. Buat video tutorial, atau penggunaan produk, atau kegiatan jasa kita, dan buat link video ke dalam website atau media sosial kita.

7. Google Calendar

Manfaat menggunakan google calendar antara lain :
  • Membuat aktivitas terjadwal anti lupa karena ada fasilitas reminder.
  • Kalender Google ini bisa kita buka di komputer maupun smartphone android. Sehingga lebih memudahkan sinkronisasi nya.
  • Bisa mengundang lebih dari 1 orang untuk mengikuti event atau jadwal yang kita buat. (notifikasi dikirimkan melalui email Gmail).

tampilan google calendar

8. Google sheet, Google docs, Google slide

Untuk bisnis/ usaha yang memerlukan file office, Google juga memiliki produknya. Kelebihannya, selain bisa dibuat publik (dilihat oleh selain kita), file nya bisa kita buka dari gadget manapun, sehingga lebih mudah untuk mengedit-nya.

Yuuk, langsung coba produk sheets, docs, dan slide dari Google disini.

9. Google shopping (Google Belanja)

Fitur terbaru dari google adalah Google Shopping yang berisi daftar produk-produk di marketplace ataupun website yang ditampilkan berdasarkan kata pencarian. Karena berbentuk gambar dan harga langsung ditampilkan, maka pembeli jadi lebih mudah memilih mana produk yang sesuai kebutuhannya.

tampilan google shopping

10. Google Ads

Jika usaha Anda sudah berjalan lama, tidak ada salahnya menggunakan fitur iklan berbayar di Google. Selain memberikan lebih banyak tampilan di dunia maya, Google Ads akan membantu usaha Anda berada di halaman pertama dalam bentuk iklan baris (berupa kata).

Dengan mempelajari cara pemasangan iklan yang tepat, bukan tidak mungkin loh bisnis Anda akan naik 2-3x lipat di bulan berikutnya. Jika masih awam dengan cara pasang iklan di Google dengan tepat, sekarang banyak jasa pasang iklan Google Ads yang bisa dipakai.

* * *

Itu tadi 10 produk Google yang bisa dimanfaatkan untuk membuat bisnis/ usaha kita semakin berkembang secar digital. Tetapi penggunaan fitur digital juga harus dilengkapi dengan softskill offline yaitu kemampuan service excellent terhadap pelanggan dan manajemen internal dari usaha kita.








TIDAK ADA SALAHNYA MENJADI PEGAWAI KANTORAN

Setelah dibahas panjang dan lebar dalam part-1 mengenai Kerja Kantoran vs Wirausaha, pertanyaan yang sering terjadi adalah bolehkah saya langsung berwirausaha saja tanpa perlu kerja kantoran?

Hal ini saya sering temui saat mengikuti beberapa kelas online mengenai mendirikan bisnis/ usaha sendiri.

Umumnya para peserta yang berpendapat memiliki usaha merupakan pilihan yang jauh lebih baik daripada menjadi pegawai adalah anak muda yang tidak kunjung mendapatkan pekerjaan setelah melamar sana-sini, atau anak muda yang sudah "lelah" dengan suasana kantor yang menurut mereka terlalu menekan mereka (padahal posisinya sebagai karyawan baru, baru 1-2 tahun bekerja, dan belum pernah duduk di posisi manajerial).
Atau anak muda yang pendidikannya (maaf) tidak tinggi sehingga tingginya kompetisi untuk menjadi pegawai kantoran membuatnya menginginkan penghasilan dari membuat usaha sendiri atau orang-orang yang membayangkan bahwa pekerjaan kantoran adalah pekerjaan yang terlalu monoton dan tidak asyik.

Coba deh, amati.
Jaman sekarang, hampir semua lini pemerintah maupun swasta berbondong-bondong membuat pelatihan kewirausahaan. Dengan jargon-jargon yang memotivasi semua rakyat untuk membuat usaha sendiri demi kemandirian ekonomi. Mulai dari pelatihan resmi dari banyak instansi pemerintah, kursus online dari banyak pengusaha muda yang -alhamdulillah- sukses, sampai perusahaan internasional sekaliber Google pun menyasar ke market wirausaha.

Bahasan tentang produk Google untuk bisnis/ wirausaha ini akan saya berikan terpisah ya di link sini.

Tetapi pertanyaannya adalah, sudah siapkan kita menjadi wirausahawan? Perlu pengalaman gak, untuk memulai usaha sendiri atau modal ilmu yang didapat dari pelatihan dan kursus online saja sudah cukup?

Dan, inilah pendapat saya.

Bagi seorang pemula dalam memulai bisnis, faktor yang harus diperhatikan adalah :

1. KESIAPAN MENTAL
Menjadi seorang wirausahawan itu tidak mudah.
Perlu siap mental saat pasar lesu, saat awal memulai usaha produk kita belum laku, saat perlu menyiapkan modal tambahan pas ada orderan mendadak, atau saat menghadapi konsumen yang macam-macam tingkah polahnya. Bahkan saat berhadapan dengan karyawan yang tidak memberikan performa kerja yang bagus.

Semua harus kita hadapi SENDIRI. Karena kita adalah Bos di usaha kita. Semua keputusan kita akan memiliki resiko dan akibat yang harus kita sadari dan terima konsekuensinya.

2. PERSIAPAN ILMU MANAJEMEN
Tanpa pengaturan keuangan yang baik, pasti usaha kita sulit berkembang. Tanpa pendekatan yang sesuai ke karyawan, maka tidak akan terbentuk tim yang solid. Tanpa kreativitas, maka siap-siap saja kita akan kalah berkompetisi dengan pesaing lain yang lebih besar modalnya, atau dalam menghadapi plagiat bisnis.

Nah, sekarang bayangkan jika kita sudah pernah menjadi PEGAWAI. Banyak ilmu yang bisa kita dapatkan dan manfaatkan loh. contohnya saja seperti ini :

1. Menghadapi dan mengetahui sifat rekan kerja yang bermacam-macam : ilmu ini bisa kita praktekan pada saat merekrut karyawan.

2. Menghadapi bos dengan berbagai sifat dan tipe kepemimpinan : ini akan menjadi masukan kita saat menjadi bos di usaha sendiri. Tipe bos seperti apa yang ingin kita perlihatkan ke karyawan kita? bagaimana cara menghadapi suatu permasalahan dan membuat keputusan.

3. Jika berada di posisi finance, kita bisa manfaatkan pengalaman ini untuk mengatur keuangan sederhana usaha kita.

4. Berada di posisi HRD atau personalia? Ketika memulai usaha sendiri, kita bisa mempersiapkan administrasi pegawai seperti kontrak kerja untuk memastikan karyawan tahu standar kerja seperti apa yang kita inginkan.

5. Pengalaman menghadapi tekanan pekerjaan ataupun politik kantor? Percayalah bahwa ini akan berguna dalam membangun tim yang solid dalam usaha Anda.

6. Posisi terakhir Anda sebagai supervisor atau diatasnya? Bersyukurlah karena Anda sudah belajar mengenai pendelegasian tugas, manajemen karyawan dan belajar membuat keputusan.

7. Bagaimana dengan pekerjaan sebagai sales? Sedikit banyak, Anda sudah mengetahui tipe-tipe konsumen yang kemungkinan akan ditemui juga di usaha Anda.

Sebenarnya masih banyak lagi loh ilmu yang bisa kita dapatkan saat menjadi pegawai yang pasti akan berguna saat kita memulai usaha sendiri. Tapi inti dari semuanya adalah, saya sarankan agar Anda mempunyai pengalaman bekerja menjadi pegawai sebelum memulai usaha sendiri.

Jika tekad Anda untuk memulai usaha sendiri sangat kuat, tentukan target bekerja.
  1. Saya bekerja selama x tahun untuk mengumpulkan modal usaha sejumlah Rp. xxx
  2. Dalam bekerja selama x tahun, saya sudah harus mengetahui tentang ilmu x, y dan z.

Itu adalah sedikit contoh poin untuk memotivasi Anda di pekerjaan saat ini. Jadi, selalu semangat ya dalam kondisi menjadi PEGAWAI ataupun saat sudah MEMULAI USAHA SENDIRI.









Ngapain lama-lama kerja kantoran? Mending mulai deh bikin usaha, lebih fleksibel waktunya, dan uangnya juga lebih banyak. Apalagi kalau udah tahunan, "usaha jalan, kitanya loh bisa jalan-jalan".

Pasti sering kan baca atau denger hal seperti itu? Ajakan untuk lebih baik memiliki usaha dibandingkan menjadi pegawai atau bekerja dengan orang lain.
Apakah memang seperti itu? Apa iya, menjadi seorang wirausahawan membuat kita lebih bahagia?

Yuk kita coba bandingkan dulu deh plus minus nya menjadi seorang pegawai dengan menjadi seorang wirausahawan.

Saya sendiri sudah mengalami keduanya. Sehingga sedikit banyak saya bisa bilang bahwa setiap posisi, memiliki nilai plus dan minus nya masing-masing. Tergantung pada kita, kecenderungan karakter dan kenyamanan kita pada yang mana.

Jadi ada baiknya bikin daftar perbandingannya dulu sebelum memutuskan kita cocoknya sebagai apa, karena jangan sampai setelah memutuskan menjalani salah satunya, malah membuat kita menyesal dan membuang waktu untuk memulai lagi dari awal dengan pilihan lainnya.

PEGAWAI dan PEKERJA KANTORAN.

Pegawai disini tidak terbatas untuk yang bekerja di belakang meja saja. Tetapi juga  pekerja lapangan yang terikat dengan suatu perusahaan.

Pengalaman belasan tahun menjadi pegawai, saya merasakan bekerja di belakang meja, menjadi pengajar dan menjadi pegawai lapangan. Masing-masing dari posisi ini memang memiliki kelebihan dan kekurangan tetapi yang saya tuliskan disini adalah yang umum dijalani oleh seorang pegawai.

Yuuk kita bicara kelebihannya dahulu :
  • Jam kerja teratur. Jatah Libur pun teratur.
  • Tidak perlu deg-degan masalah finansial karena sudah pasti setiap tanggal yang sama di setiap bulan akan menerima upah/gaji. Mau males, mau rajin, mau sakit, asal tidak melanggar kebijakan kantor, dijamin deh tiap tanggal 25 setiap bulannya atm selalu ada isinya.
  • Tugas yang di kerjakan sudah pasti dan sudah ada tuntunan pekerjaannya. Tidak perlu susah-susah memikirkan kita mau mengerjakan apa dan bagaimana caranya.
  • Ada jenjang karir yang membuat kita memiliki kesempatan naik gaji dan naik posisi.
  • Gengsi (prestise) karena nama perusahaan atau posisi kita di perusahaan.
  • Lebih mudah dalam mengambil kredit karena ada slip gaji bulanan.

Sementara kekurangannya :
  • Kalau tidak berprestasi atau menonjol, siap-siap saja posisi dan gaji kita segitu-gitu aja.
  • Bersyukur kalau dapat lingkungan kerja yang menyenangkan. Meski pada umumnya, selalu saja ada konflik di tempat kerja. Jadi harus siap dengan tekanan di tempat kerja dan bertahan dengan situasi tidak menyenangkan sebelum menemukan tempat kerja baru.
  • Pekerjaannya monoton. Karena setiap hari yang dikerjakan dan ditemui adalah hal yang sama.
  • Waktu kerja dan waktu libur sudah diatur, tidak fleksibel. Malah terkadang lebih sering lembur demi sebuah loyalitas.

WIRAUSAHA ATAU BUSINESS OWNER

Nah sekarang bagaimana dengan seorang wirausahawan atau pemilik bisnis. Apa iya se-menyenangkan seperti di berita-berita yang lagi trending sekarang?

Kelebihannya memiliki usaha sendiri adalah :
  • Memiliki waktu yang lebih fleksibel. Bisa berlibur di hari-hari kerja (jadinya dapat harga tiket dan akomodasi lebih murah). Mau libur panjang, mau kerja overtime, semua bisa kita atur.
  • Waktu untuk keluarga jadi lebih banyak. Karena waktu dan tempat kerja yang fleksibel bisa membuat kita jadi lebih banyak berinteraksi dengan keluarga.
  • Pendapatan bisa lebih banyak dari gaji bulanan. Sekali dapat proyek atau penjualan, omzet bulanan bisa berkali-kali lipat dari gaji pegawai.
  • Bebas dalam menyuarakan ide dan kreativitas. Karena tidak terbentur dengan peraturan perusahaan. Malahan, kita lah yang menciptakan peraturan.
  • Bisa bekerja dimana saja. Mau self employee, freelancer, business owner, Anda bebas mau bekerja dari mana saja. Dari rumah, dari co-working space, dari cafe ke cafe, atau mau ngandok di petak kantor sewaan, sah-sah saja.
  • Membuka kesempatan kerja bagi orang lain. Bayangkan berapa banyak keberkahan jika kita pun menjadi sumber rejeki bagi orang lain yang bekerja pada kita?
  • Relasi semakin luas, wawasan pun semakin bertambah. Syarat penting seorang business owner, freelancer, maupun self employee, kita harus memperbanyak relasi, baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Pentingnya adalah, selain sebagai jalur untuk mempromosikan usaha/ bisnis kita, juga untuk menambah ilmu dari relasi baru yang bisa jadi lebih dulu memasuki industri bisnis kita.

Tapi tahukah Anda, kekurangan menjadi seorang wirausahawan adalah :
  • Pendapatan tidak pasti. Bisa jadi suatu saat, omzet yang datang sedikit, sehingga membuat kening berkernyit karena biaya operasional tetap berjalan.
  • Harus siap mental dengan resiko yang mengikuti. Resiko masalah keuangan dan berbagai resiko lainnya sudah wajar terjadi di dunia bisnis. Sebagai pemilik bisnis, kitalah yang harus menghadapinya sendiri.
  • Di awal mendirikan bisnis, kita harus rela memperketat ikat pinggang dan berhemat, sampai order dan omzet stabil. Belum lagi jam kerja yang panjang demi membuat bisnis/ usaha kita stabil.
  • Berani memikul tanggung jawab. Sebagai bos di usaha sendiri, semua keputusan kita yang membuat.

Oke, sekarang setelah mengetahui apa saja sisi kelebihan dan kekurangan dari menjadi pegawai maupun wirausahawan, Tentukan apa yang menjadi motivasi Anda untuk memilih menjadi salah satu nya.

Setelah ini, kita lanjut ke part-2 ya untuk mengetahui apakah pengalaman menjadi pegawai diperlukan untuk memulai usaha sendiri.