Sebenarnya saya tidak pernah bermasalah dengan ketombe sebelumnya. Karena sejak tumbuh dewasa, masalah saya hanya di kuantitas rambut rontok yang bikin sedih saat nyapu sehabis nyisir dan melihat kumpulan rambut rontok di lantai.

Nah, masalah baru muncul setelah saya pindah ke tempat baru karena diterima bekerja di wilayah paling selatan dari Bali. Selang berapa bulan setelahnya, seringkali saya merasa gatal - gatal di kepala, meskipun sudah keramas, rasa gatal nya hanya hilang sejenak di hari itu, dan keesokan harinya akan timbul kembali.

Perkiraan sih karena kualitas air yang payau di daerah itu. Bahkan air sumur kami pun terasa payau. Belum lagi udara yang lebih panas dan kering mengandung garam tinggi, dan mungkin itulah yang menimbulkan masalah ketombe saya.

Segala cara pun saya lakukan mulai dari berganti shampo anti ketombe berbagai merk, mencoba shampo khusus ketombe, sampai dengan mengolesi jeruk nipis yang malah bikin clekit - clekit kulit kepala, namun sedihnya semua tetap tanpa hasil.
Tak berapa lama, ketika berpindah lagi ke daerah lain yang airnya normal dengan udara yang lebih sejuk, saya pikir masalah ketombe ini akan berakhir.

Sayangnya si ketombe tetap membandel, membuat saya sudah tidak berminat lagi untuk bersusah payah mencari apa yang harus saya lakukan dengan si ketombe ini.
Sampai pada suatu saat, seorang teman mengajak untuk melakukan perawatan rambut ke salon teman kami. Kebetulan pikir saya, sudah sangat lama sekali saya tidak pernah rutin ke salon untuk sekedar creambath. Jangankan ke salon, memakai masker rambut sendiri di rumah pun saya tidak telaten.

Saya pilih creambath mint avocado yang membuat rambut segar dan anyes karena efek mint nya.

Dan ndilalah setelah itu, berhari-hari saya tidak merasakan gatal lagi.

Jika sebelumnya sehari setelah keramas, kepala terasa gatal, maka sekarang saya bisa berbahagia karena tidak harus garuk-garuk kepala lagi setelah keramas.


Akhirnya, sekarang saya pun rutin creambath ke salon sebulan sekali, demi kelangsungan rasa bebas dari gatal yang membahagiakan ini *agak lebay tapi begitulah adanya hahaha*

Kesimpulannya apa? Untuk yang pusing tujuh keliling lapangan sepakbola, bisa dicoba perawatan creambath atau masker rambut rutin dulu deh.

Kalau malas ke salon, bisa kok creambath sendiri dirumah. Bisa memakai obat creambath ataupun dengan membuat sendiri dengan bahan - bahan alami.

Pilih krim yang mengandung mint supaya menimbulkan efek segar di rambut ya.

Bisa dicoba resep krim yang dipakai untuk creambath sendiri di rumah (resep saya dapatkan dari fimela.com dengan sedikit penyesuaian).

Hair Spa Dengan Madu dan Alpukat
1. Pertama, keruklah daging satu buah avokad yang telah matang. Haluskan hingga teksturnya menyerupai bubur.
2. Tambahkan daun mint yang ditumbuk halus.
3. Jangan lupa untuk menambahkan beberapa tetes madu dan aduk hingga merata.
4. Bubuhkan pada kulit kepala hingga merata dan berikan pijatan lembut.
5. Bungkus kepala menggunakan handuk yang sudah diuapi selama kurang lebih 30 menit.
6. Bilas dengan keramas seperti biasa.


Lakukan perawatan ini sebulan sekali atau 2 minggu sekali, dan silahkan share di kolom komentar ya jika ada resep ampuh lainnya.





Saya termasuk penggemar belanja secara online. Tak terhitung mulai dari baju, peralatan rumah tangga, rak/ lemari, voucher makan/ liburan, token listrik bahkan hape yang saya gunakan sekarang pun saya beli online. Dan hampir semuanya menggunakan promo belanja online. Hape yang saya gunakan sekarang malah memberikan cashback senilai 1.1 juta yang saya pakai rame - rame bersama teman untuk belanja online lagi.
Karena kegiatan belanja bisa saya lakukan sambil mager di rumah, mengerjakan pekerjaan freelance, ataupun di tengah - tengah jam istirahat saat mengawasi proyek yang tengah saya kerjakan, jadilah belanja online menjadi favorit saya. 

Ohya, dengan berbelanja online, saya juga bebas memilih selama saya mau, tidak perlu buru - buru memutuskan belanja, dan ada kesempatan membanding - bandingkan banyak platform demi mendapatkan promo dari berbagai online shop yang ada.


Sampai - sampai saking seringnya saya belanja secara online, bapak - bapak kurir berbagai ekspedisi pun hafal dengan letak rumah kami. Pernah suatu saat, bapak kurir dari satu ekspedisi mengeluhkan alamat kami yang "tidak dia kenali" karena si pengirim menuliskannya tidak lengkap dan memakai nama saya sebagai tujuan pengiriman.

"Owalah, alamat bapak toh ini ternyata. Lain kali jangan ditulis gini ya pak, coba kalo pake nama bapak dan alamat yang biasanya, pasti saya paham ini paket buat bapak." 
Begitu tegurnya ke tuan guslie. Saya sih hanya mesem - mesem saja mendengarnya.


Karena lebih merasa nyaman ini lah, maka saya pun giat mengintip promo dan diskon yang ditawarkan berbagai online shop dan platform marketplace demi bisa belanja murah.

Apalagi di bulan Ramadhan ini, semua marketplace berlomba - lomba mengeluarkan diskon dan voucher promo untuk yang berbelanja di website maupun aplikasi mereka.
Kesempatan banget kan buat saya yang memang suka berburu diskonan. 

Nah, lalu bagaimana cara berburu dan memanfaatkan diskon Ramadhan ini?

1. Cari informasi melalui media sosial.

Sekarang banyak marketplace dan online shop yang memasang iklan berbayar di media sosial sehingga kita bisa melihat dan memilih iklan penawaran mereka yang juga mencantumkan link yang bisa di klik untuk langsung menuju ke website / aplikasi mereka. 
Selain itu, ada banyak media sosial yang memberikan informasi mengenai diskon atau promo dari banyak online shop maupun offline store seperti akun instagram @diskondibali yang sering saya intip untuk mencari tahu diskon terkini di kota tempat tinggal saya. Untuk cakupan area yang lebih luas lagi bisa cek akun @diskon.indonesia atau @info_diskon


2. Cek langsung di website/ aplikasi online shop dan marketplace.

Setiap ada event besar seperti Harbolnas, natal dan pesta akhir tahun, ramadhan dan idul fitri, setiap marketplace selalu mengeluarkan ajang promo besar-besaran. 
Jadi langsung cek ke masing-masing platform tidak ada salahnya dilakukan.


3. Manfaatkan promo dari online payment.

Kalau dulu kita sering mendapatkan promo diskon dari kartu kredit, sekarang karena banyaknya platform e-payment bertebaran, kita bisa memanfaatkan penawaran diskon dari mereka.
Tidak ada salahnya menginstall dan menggunakan banyak platform e-payment di smartphone kita, karena saya pun melakukannya.
Dan tebak, saya selalu mengisi token listrik saya menggunakan promo diskon bergantian dari setiap e-payments tersebut.


4. Berlangganan online store khusus penawaran voucher diskon

Silahkan cek website atau aplikasi fave (dulu Groupon), Lakupon, Go To Malls, atau platform lain sejenisnya untuk mendapatkan voucher diskon makanan, aktivitas liburan dan hotel atau promo belanja online lainnya. 
Saya sendiri sering membeli voucher tempat wisata dan voucher restoran dari online store ini saat merencanakan liburan bersama keluarga. Ada kepuasan tersendiri bisa berlibur atau makan sekeluarga dengan harga yang lebih murah dari harga di menu dan loket tiket. Maklum, emak - emak. 


Jadi, sudah siap untuk berburu diskon dan promo belanja online demi belanja banyak tanpa menguras kantong? 






Sejak adanya benda yang bernama rice cooker diteruskan dengan generasi terbaru magic com, memasak nasi jadi sangat mudah. Hampir di setiap rumah tangga terdapat benda ini. Termasuk di rumah kami.

Tetapi masalah umum yang biasa muncul dalam penggunaan rice cooker atau magic com ini adalah, nasi yang cepat mengering atau menguning jika disimpan lebih dari satu hari. Jadi untuk menyiasatinya, saya selalu memasak sesuai takaran keluarga. Ini bisa meminimalkan nasi sisa yang harus menunggu sesi makan berikutnya sementara nasi dalam magic com tidak akan bagus jika mengendap lebih dari sehari.

Nah, jika terlanjur ada nasi sisa yang banyak, saya suka mengolahnya menjadi nasi goreng.

Mulai dari memakai bumbu yang nguleg sendiri, sampai menggunakan berbagai macam bumbu jadi atau bumbu instan yang bisa dibeli di warung dan minimarket terdekat.

Untuk olahan nasi goreng sendiri, supaya tidak bosan, saya suka mengkreasikan dengan bahan yang berbeda - beda. 

Nah saya akan berbagi beberapa tips dalam olahan nasi goreng ya, siapa tahu ada tips yang moms semua bisa lakukan juga di rumah :


  1. Pastikan nasi yang dipakai untuk nasi goreng adalah nasi yang kasar, bukan lembut, lembek atau yang kebanyakan air. Karena akan membuat bumbu tidak rata dan nasi mengumpul (terkepal - kepal) saat digoreng.
  2. Untuk bumbu dasar (bumbu uleg) nasi goreng, saya selalu memakai bawang putih, bawang merah, garam dan penyedap rasa. Selebihnya, bumbu dan bahan lainnya bisa dikreasikan sendiri.
  3. Baik menggunakan bumbu uleg maupun bumbu instan, saya selalu memakai margarin untuk menumis bumbu ataupun nasinya. Margarin bisa membuat aroma yang menggugah selera. Jika suka citarasa manis, gunakan kecap manis dipadukan dengan saus sambal sebagai tambahan bumbu. Atau bisa jika menggunakan saus tiram jika ingin citarasa oriental.
  4. Saya suka menambahkan mie jika ingin olahan nasi goreng yang berbeda. Kalau di daerah Jawa Timur, nasi goreng yang diolah dengan mie disebut juga nasi mawut. Bumbunya lebih cenderung berwarna merah karena porsi saus tomat/ saus sambalnya lebih banyak dibandingkan pemakaian kecap.
  5. Jika menggunakan bumbu instan, saya lebih memilih memakai bumbu yang berupa bubuk daripada bumbu basah. Selain praktis, bumbu bubuk lebih rata bercampur dengan nasi dibandingkan bumbu basah yang membuat nasi goreng kelihatan lebih berminyak. 
  6. Untuk anak - anak, saya suka menggunakan bumbu "putihan" dengan hanya menggunakan bumbu dasar tanpa tambahan saus maupun kecap. Aroma margarinnya lebih terasa, dan kalau suka bisa tambahkan sedikit taburan keju sebagai topping nya. Aneh? Tidak juga. Keju akan menambah rasa gurih dari nasi goreng nya.


Lantas kapan waktu yang tepat untuk menyantap nasi goreng? Ada yang bilang jangan makan nasi goreng di jam sarapan karena bisa menyebabkan kantuk dan lemas yang mengganggu produktivitas harian. 
Hal ini dikarenakan kandungan lemak yang tinggi dari nasi goreng menyebabkan metabolisme tubuh menjadi berat, inilah yang menyebabkan rasa kantuk dan lemas. 









Memasuki hari ke 4 Ramadhan ini, sudah berapa menu yang dicoba moms?

Saya sendiri tidak ada pantangan menu untuk berbuka puasa. Asalkan ada tambahan minuman atau snack manis, sudah cukup.

Tetapi untuk sahur, saya selalu menyiapkan menu berkuah. Selain menghangatkan badan juga bisa membantu menghilangkan rasa ngantuk dan malas saat bersantap sahur.
Untuk menghilangkan kadar minyak di tenggorokan, siapkan juga air hangat untuk minuman terakhir menjelang imsyak. 

Untuk kali ini, saya akan share resep praktis membuat soto ayam menggunakan bumbu instan yang banyak dijual di minimarket atau warung dekat rumah.
Kenapa memakai bumbu instan? Praktis dan cepat menjadi alasan utama saya sehingga memasak untuk sahur tidak memakan banyak waktu.

Baiklah, berikut bahan yang harus disiapkan :

- 1/4 kg daging ayam
- 1 sachet bumbu soto ayam instan (saya pakai bumbu uleg merk bamboo) 
- 1 potong serai, digeprek
- 2 lembar daun salam
- 3 siung bawang putih, haluskan
- garam, gula, penyedap rasa secukupnya

Bahan pelengkap :
- Bawang goreng untuk taburan
- 3 buah kentang, potong dadu lalu rebus
- Daun bawang, iris tipis
- Jeruk nipis bila suka
- Telur rebus
- Kerupuk

Cara Memasak :
1. Rebus ayam sampai empuk, tiriskan. Potong suwir-suwir, pisahkan di tempat tersendiri. 
2. Tumis bawang putih sampai harum, tambahkan daun salam dan bumbu instan. 
Lalu tambah air, tunggu sampai mendidih sambil diaduk-aduk. 
3. Setelah mendidih, masukkan suwiran ayam dan kentang sambil koreksi rasa. Tambahkan garam, gula dan penyedap rasa jika kurang. Masak hingga air agak surut. 
4. Sajikan dengan tambahan telur rebus, taburan bawang goreng, sambal dan kerupuk. 
Kucurkan air jeruk nipis bila suka. 

Porsi : 3 - 4 orang


Note :
Untuk ayam, jika suka digoreng, maka rebus ayam dengan kuah soto instan sampai air surut, lalu goreng setengah matang.
Setelah itu baru suwir - suwir ayam untuk dimasukkan kedalam kuah soto yang sudah dibuat terpisah. 

Saya sendiri jika menggunakan ayam goreng, sisa tulang ayam dari suwiran akan saya campur kedalam kuah untuk menambah rasa kaldu sementara daging ayam gorengnya saya sajikan terpisah.

Selamat mencoba ya moms, 






Selama ini saya menggunakan selai kacang untuk olesan roti dan kue. Praktis dan bisa dilakukan oleh semua anggota keluarga.

Namun ternyata rasa selai kacang yang asin dan gurih ternyata bisa dimanfaatkan untuk bahan saus dalam banyak olahan makanan selain kue kering juga. 

Setelah melihat banyak referensi resep olahan selai kacang yang ternyata banyak bisa ditemukan di internet, saya tertarik untuk mencoba olahan mie dengan saus kacang. Kebetulan juga ada bahan sisa masakan kemaren yang bisa dimanfaatkan di dapur.


Maka kali ini saya berbagi resep bihun saus kacang sederhana, yang bahan sausnya saya gunakan Skippy Creamy Peanut Butter.

Sekilas tentang Skippy Creamy Peanut Butter, selai kacang dengan rasa klasik ini memiliki tekstur lembut yang tidak terlalu kental, jenis creamy ini cocok untuk dipakai sebagai salah satu bahan olahan masakan dan bahan pengganti kacang tumbuk dalam pembuatan saus dan bumbu kacang di setiap resep masakan.

Ohya, produk Selai Skippy ini ada 2 pilihan yaitu yang creamy dan chunky. Untuk yang chunky, karena mengandung remahan kacang, lebih enak digunakan sebagai olesan roti dan bahan olahan roti kering.

Baiklah, yuk kita mulai saja resep bihun saus kacang kali ini.




Bahan-bahannya adalah sebagai berikut :
- 100 gr bihun, 
- minyak sayur / margarin secukupnya
- sosis ayam, potong tipis
- bakso sapi, potong tipis
- 1 siung bawang putih cacah halus
- 1 ruas jahe, cacah halus
- bawang daun, potong tipis. Bisa juga memakai kucai, iris tipis-tipis sebagai taburan. 
- garam dan penyedap rasa, secukupnya
- 3 sdm skippy rasa peanut butter


Cara Memasak :
- Rendam bihun dalam air panas selama 10 menit, tiriskan dan campur dengan minyak sayur atau margarin. 
- Tumis bawang putih dan jahe sampai harum. 
- Masukkan sosis dan bakso sambil ditambah sedikit air, aduk rata lalu masukkan Skippy Creamy Peanut Butter sambil kecilkan api. Koreksi rasa, jika kurang, bisa ditambahkan garam atau penyedap rasa. 
- Terakhir masukkan bihun kedalamnya, aduk rata dan siap disajikan. 
- Sajikan dengan taburan daun bawang diatasnya.

Lama pembuatan : 30 menit
Porsi : 1 - 2 piring



Sajian ini paling pas untuk makanan pengganti nasi karena kandungan protein dari bihun jagung dan selai kacang nya. Jika suka, bisa tambahkan topping kerupuk atau bawang goreng. 




- artikel ini juga diikutsertakan dalam BPN 30 Days Ramadhan Blog Challenge dengan Tema Spesial Skippy - 












Meski kota tempat tinggal saya ini disebut Pulau Seribu Pura,
tetapi tidak susah mencari restoran dan tempat makan halal untuk berbuka puasa.

Jika mau berbuka puasa dengan komunitas, beberapa hotel juga sudah mulai menawarkan paket Ramadhan yang menarik. Bahkan saat ini, sudah banyak bermunculan tempat makan baru kekinian yang bisa dijadikan pilihan untuk berbuka puasa.

Namun yang sering menjadi tujuan saya dalam berbuka puasa baik dengan komunitas, grup maupun hanya bersama keluarga adalah tempat makan yang menyajikan ayam dan bebek bakar/ goreng.

Selain masih sesuai dengan selera lidah nusantara saya sekeluarga, menu jenis ini juga bisa dinikmati oleh seluruh anggota keluarga. Tempat yang luas dan nyaman lengkap dengan mushola juga menjadi nilai tambah.

Nah, berikut beberapa tempat makan "old school" rekomendasi saya dan keluarga sebagai tempat berbuka puasa sambil menikmati suasana tempatnya:

1. Tempat makan berkonsep bale/saung dengan citarasa indonesia
Untuk pilihannya, ada Bale Udang Mang Engking yang terletak di Jl. Nakula, Jl. Sunset Road No.88. Memiliki konsep bale dan kolam ikan luas, resto ini menyajikan berbagai pilihan makanan Sunda.

Selain itu, ada juga Warung Mina yang memiliki sekitar 9 lokasi mulai dari Ubud, Denpasar, dan beberapa tempat di Badung.menu yang disajikan memiliki citarasa Bali dan Indonesia

Restoran Ikan Bakar Cianjur (Pondok Tempoe Doeloe) meskipun tidak memiliki konsep saung/bale juga bisa menjadi pilihan tempat makan bercita rasa Sunda. Restoran yang selalu ramai ini bisa dituju di Renon, Denpasar dan Sunset Road.


2. Menu Bakar/Goreng
Rekomendasi untuk menu ini adalah Ayam Bakar Wong Solo yang bertempat di dua lokasi, yaitu di Jln. Merdeka No. 18 Denpasar dan di Jln. Raya Kuta No. 87
Menu yang disajikan beragam, tidak hanya ayam bakar sesuai judul restonya. ada bebek, ikan gurame, steak dan makanan lainnya yang menggugah selera.
yang khas dari restoran ini adalah citarasa manis dalam setiap bumbu dan sambalnya mencirikan asal pendiri restorannya.
Selain tempat parkir, fasilitas mushola juga tidak ketinggalan disediakan didalamnya. Jadi tidak perlu susah mencari tempat sholat setelah menikmati hidangan buka puasa.

Jika menyukai citarasa yang lebih pedas, silahkan mencoba Ayam Bakar Taliwang dengan citarasa bumbu daerah Lombok yang kental. Resoran ini terletak di Jl. Teuku Umar Denpasar.


3. Menu citarasa Bali
Jika ingin menikmati menu buka puasa dengan bumbu khas Bali, ada beberapa pilihan tempat makan yang bisa dituju seperti Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku yang saat ini memiliki 3 lokasi yang tersebar di Ubud (lokasi awal), denpasar (renon) dan Kuta.
Bahkan di cabangnya di Renon, tersedia juga mushola bagi pengunjung muslim.

Pilihan kedua jatuh kepada Ayam Betutu Bu Lina yang terdapat di Denpasar dan Kuta.
Dan yang berada di wilayah Nusa Dua bisa berkunjung ke Nasi Ayam Ibu Oki di Jl. Siligita Nusa Dua.


4. Fast Food Restaurant
Banyak fastfood restoran yang halal di Bali, dan bisa menjadi tujuan paling aman bagi yang ragu dengan label halal di masing-masing tempat makan di Bali. mulai dari KFC, A&W, Hoka-Hoka Bento, Marugame Udon, McDonald, Richeese, dll


Dari keempat rekomendasi tempat tersebut, bagi saya pilihan utama tetap dengan berbuka puasa di rumah, selain jadi lebih bebas berekspresi, juga kami tidak perlu takut antri atau buru-buru makan demi pengunjung yang sudah antri di belakang.




#30hariKebaikanBPN  #BloggerPerempuan







Menjalankan ibadah puasa sebagai minoritas di daerah dengan penduduknya banyak yang memeluk agama lain, memang menjadi tantangan tersendiri.

Salah satu nya adalah susahnya mencari suara adzan sebagai penanda waktu berbuka sudah tiba. Juga euforia takjil yang pasti susah didapati.

Berikut ini beberapa hal menarik yang saya rasakan selama menjalankan ibadah puasa di kota tempat tinggal saya sekarang :

1. Saat menjelang berbuka puasa, radio menjadi teman setia. Kenapa? Karena suara penyiar yang mengatakan adzan magrib akan segera berkumandang diikuti dengan lantunan adzan adalah yang kami sekeluarga paling tunggu-tunggu.
Sekaligus ini menjadi tips efektif kami jika berada di kota asing yang kurang familiar dengan bulan puasa. Langkah awal yang dilakukan adalah mencari saluran TV atau radio pemerintah yang pasti akan memutar pemberitahuan waktu untuk berbuka puasa.
Dengan catatan, masih didalam negeri Indonesia loh ya.

2. Keinginan berburu takjil, disiasati dengan berkeliling mencari masjid terdekat. Kemungkinan penjual takjil berkumpul di seputaran masjid membuat kami sekeluarga bersemangat berburu masjid. Takjil didapat, safari tempat shalat dan tarawih pun dapat.

3. Jika sedang malas memasak, saya tidak pernah kesusahan mencari warung makan untuk sekedar beli lauk sahur maupun untuk berbuka puasa. Hanya saja, kebiasaan pada hari pertama puasa, semua warung makan muslim akan tutup sehingga untuk yang berstatus anak kos harus mengantisipasi dengan menyediakan lauk sehari sebelumnya atau stok makanan instan.

4. Suasana puasa yang seperti hari biasa, saya siasati dengan menyetel murotal menjelang berbuka puasa, hati sejuk dan menanti waktu berbuka pun tidak terasa.

5. Ajakan bukber datang tidak hanya dari teman seiman, tetapi dari beragam komunitas dengan mengharap menu promo Ramadhan. Dan karena memang menu promo Ramadhan dikota tempat tinggal saya ini tidak sebanyak di kota asal, maka begitu menemukan satu promo, saya dan teman-teman pun berteriak kegirangan dan segera membaginya ke grup untuk dijadikan pilihan tempat berbuka.
Nah, ini bisa jadi tips juga untuk yang mau berbuka bersama, lebih baik memanfaatkan promo yang banyak ditawarkan sepanjang bulan ini.

Untuk di rumah, karena minim takjil, maka menu berbuka kami sekeluarga tidak ada bedanya dengan hari biasa, yang berbeda adalah, selalu ada teh manis untuk minuman pembuka. Selain itu bisa juga disediakan kurma yang bisa ditemukan di hampir semua mini market yang berwarna merah biru kuning. Lebih seringnya sih, kami menikmati takjil buatan sendiri, praktis dan murah.

Hal lain yang menyenangkan adalah, disini setiap kali saya pergi ke suatu tempat, pasar, toko, ketemu klien, maka pasti ada sapaan "selamat menunaikan ibadah puasa ya, bu"
Sapaan yang nyaris tidak pernah saya dapatkan ketika saya berada di kota yang hampir semua penduduknya menjalankan ibadah puasa.


#30hariKebaikanBPN  #BloggerPerempuan